Wednesday, September 9, 2009

Suki Tebu

Ketika ide muncul, langsung buat perencanaan, buat pengaturan, lakukan tindakan, buat teknik kontrol dan jgn lupa berdoa dan tawakal.... jadilah suatu bisnis... lakukan secara konsinten, insya allah bisnis itu akan menjadi suatu industri yang besar....(ridwan)

Kalimat diatas muncul ketika saya melihat suatu peluang yang bisa dijadikan usaha. Oh ya, akhirnya saya bisa menyelesaikan studi di Itenas Jur Teknik Industri. Walaupun sekarang menyandang gelar sarjana, tidak sedikitpun terbesit untuk melamar pekerjaan. Bahkan skrg pikiran ku makin liar untuk terus mencapai impian sebagai pengusaha.

Usaha pertama yang sudah jlan setelah menyelesaikan studi adalah usaha air tebu murni. Skrg satu counter nya sudah jalan di Giant Supermarket Jl. PHH Mustofa (sebalah ITenas). Walaupun target penjualan belum terpenuhi, tapi saya yakin usaha ini akan bisa besar. Dengan dibuka cabang-cabang baru... amIEN. Ide usaha muncul ketika susah nya saya mencari air tebu di kota Bandung. Akhirnya setelah mencari informasi sana sini. Ide ini bisa di realisasikan.

Sekian dulu tulisan ini....

Tuesday, June 23, 2009

Gajian Akhir Bulan...

Alhamdulillah...
Akhirnya gajian forex yg kedua utk bulan Juni 2009 sudah cair...
Ada beberapa rencana alokasi uang hasil take profit ini...
1. Mulai Berkebun emas.
2. Nambah Investasi untuk memulai bisnis laundry.
3. Ditabung saja.

Tuesday, May 12, 2009

Sedikit Tenang

Akhirnya setelah satu bulan.. berkutat dengan posisi yg floating... sore tadi lockingan sedikit berkurang. Semoga sampai akhir bulan bisa samapi target 100% margin... amin

Hari-Hari yang Melelahkan

dari awal bulan april samapi sekarang saya mengalami hari-hari yang melelahkan. Karena semua posisi trading saya mengalami lockingan. Mesti berpikir terus bagaimana cara nya utk membuka lock dan menambah balance dengan equity yang ada agat tahan terus naik.
Huff... cape bgt....

Sunday, May 10, 2009

Lama vakum ngeblog

Akhirnya blog ini kembali terisi... Setelah sekian lama tidak tertulis. Banyak hal yang terjadi dalam 3bulan kebelakang. Tapi yang jelas akhirnya merintis bisnis lele yg ada di pandeglang akhirnya harus di tutup, karena banyak hal yang tidak mendudukung. Walaupun sudah sempat panen 1 kali. Tapi yang jelas saya akan tetep terus malangkah untuk mencapai impian yang sudah diset....
Tidak beberapa lama lagi saya akan coba membuka toko online yang menjual sepatu dengan didukung pemasaran secara offline.. (walah jadi banting stir.. dari lele ke Sepatu heheheheh).
Sekian dulu catatan yang smepat saya tulis di blog ini....

Monday, November 17, 2008

Tebar Benih Kolam Lele di pandeglang

Cerita sebelumnya : Persiapan Tahap Akhir

Sabtu, 15 November 2008
Akhir nya persiapan tahap akhir sudah selesai. Dan masuk tahap penebaran bibit. Saya sudah bertekad untuk selalu mengikuti semua tahapan bisnis pembesaran lele. Sabtu tgl 15- november- 2008 saya ke Curup Barang lagi. Rencana awal nya ingin berangkat pukul 5pagi dari Bandung. Tapi rencana berubah, karena saya sendiri baru tidur jam 5pagi, begadang mengikuti trading akhir pekan. Oh ya, saya juga merintis menjadi trader forex profesional. Semuanya bisa di ikuti di NEWBIE-SIGNAL.
Kembali ke Lele, akhir nya saya bangun jam8. artinya cm tidur 3jam. langsung mempersiapkan diri. mulai dari mandi, sarapan dan lain-lainnya. Akgir selesai jam 10pagi (wah... persiapan lama amat ya... ). Ketika mau ke luar kost, Langsung disambut hujan dengan sangat deras. Wah mau berangkat usaha trus hujan nich, wah pertanda bagus nich (mitos orang tioangha, Klo hujan Berarti rejeki). Setelah menunggu 2jam hujan pun belum reda, akhir nya saya memutuskan terobos hujan untuk menuju terminal Lewipanjang. Hasil nya, ya bisa di tebak samapi terminal cukup basah. Saya langsung menuju bis tujuan Serang. Setelah 6 jam perjalanan tepat jam 6sore dengan disambut azan magrib, akhirnya sampai di Curup Barang.
Langsung menuju rumah Ilham, duduk di ruang depan. Ada beberap orang yang ada diruang depan. Deri, Ilham, Agan, Kang Imin, Adek, dan Akbar, setelah berbincang2. saya langsung melihat persiapan untuk pakan. Dibawah ini alat penggiling pakan.
langsung mulai menggiling pakan, lumayan dapat 8kg pakan. Jam sudang menunjukan 12.30mlm, artinya hari sudah berganti. Mata pun sudah mulai mengantuk. Go to sleep dech.. Karna besok mau cek terakhir sebelum bibit masuk ke kolam...

Minggu, 16 November 2008
Keesokan hari, setelah bangun dari tidur yang nyenyak. Langsung menuju Kolam utk cek persiapan tahap akhir. Ternyata satu kolam belum dipasang jaring dan instalasi listrik blom beres. Nambah agenda kerja, tadi cm cek aja seperti saluran pembungan air. Saya jadi ikut memasang jaring di kolam dan instalasi listrik.


Lagi Pasang Jaring

Setelah semua pekerjaan beres, saya dengan Deri langsung menuju ke serang untuk belanja bahan-bahan buat syukuran kolam lele. Setelah pulang dari serang langsung istirahat, dan bahan2 masakan disaih kan ke istri kang imin utk dimasakin. Malam nya kita ngadain syukuran dan tentu nya disertai dengan makan2... Setelah tidur karna besok nya, Bibit datang dari Sukabumi.

senen, 16 November 2008
Pagi senen, akhirnya bibbit tiba di Curup Barang. Dan ternyata jumlah nya yang datang lebih banyak dari yang dipesan. Bibit yang datang jumlah nya 22000 bibit, sedangkan yang dipesan cm 20000bibit. Tapi ya gak masalah, soalnya kapasitas kolam masih cukup untuk menampung kelebihan bibit.

Kedatangan Bibit dari H. Ade Sukabumi

Setelah semua bibit diturunkan dan di masukin ke kolam. Langkah awal jadi pengusaha dalam bidang pembesaran lele di mulai.

Berikut bbrp didokumentasi yang berhasil diabadikan...

Salah Satu Sudut Kolam

Disalah Satu Sudut Saung
Pengambilan Pakan Alami Keong Emas

note :
Bagi yang berminat jadi investor untuk terjun di Bisnis Lele.
Hub :
Ridwan Nurdiansyah
Ym : ridwan_nurdiansyah
081395261412
dibawah ini lahan yang siap untuk diolah.


Tuesday, November 11, 2008

Bambu Dan Pakis

Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin
meninggalkan segalanya.
Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan
Sang Maha Pencipta.

"Tuhan," katanya. "Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik
untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?"

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.



"Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?".


"Ya," jawab pria itu.

"Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya
secara sangat baik.
Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi.
Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan.
Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun.
Tapi Aku tidak menyerah.

"Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.

"Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu.
Tapi Aku tidak menyerah.

Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah," kataNya.

"Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.
Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu
untuk bertahan hidup.

Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, "kata
Tuhan kepada pria itu.

"Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua kesulitan dan
perjuangan berat ini,
kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?"

"Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu. "

"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Tuhan.
"Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat
hutan menjadi indah."

"Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi."

"Saya akan menjulang setinggi apa ?" tanya pria itu.

"Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?" tanya Tuhan

"Setinggi yang bisa dicapainya," jawab pria itu.

"Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik,
meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu, " kata Tuhan.

Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang
berharga ini.